SISTEM HURUF BRAILLE

(GAR 0606094320) Sistem tulisan Braille mencapai taraf kesempurnaan di tahun 1834. Huruf-huruf Braille menggunakan kerangka penulisan seperti kartu domino. Satuan dasar dari sistem tulisan ini disebut sel Braille, di mana tiap sel terdiri dari enam titik timbul; tiga baris dengan dua titik. Keenam titik tersebut dapat disusun sedemikian rupa hingga menciptakan 64 macam kombinasi. Huruf Braille dibaca dari kiri ke kanan dan dapat melambangkan abjad, tanda baca, angka, tanda musik, simbol matematika dan lainnya. Ukuran huruf Braille yang umum digunakan adalah dengan tinggi sepanjang 0.5 mm, serta spasi horizontal dan vertikal antar titik dalam sel sebesar 2.5 mm.

(sumber http://www.wikipedia.com)

By braillejawa

SEJARAH BRAILLE

  Huruf Braille adalah sejenis sistem tulisan sentuh yang digunakan oleh penyandang tunanetra.   Sistem ini diciptakan oleh seorang Perancis yang bernama Louis Braille yang juga tunanetra. Ketika berusia 15 tahun, Braille membuat suatu tulisan tentara untuk memudahkan tentara untuk membaca ketika gelap. Tulisan ini dinamakan huruf Braille. Namun ketika itu Braille tidak mempunyai huruf W.

Sejarah Huruf Braille

Munculnya inspirasi untuk menciptakan huruf-huruf yang dapat dibaca oleh tunanetra berawal dari seorang mantan perwira artileri Napoleon, Kapten Charles Barbier yang menciptakan tulisan titik-titik timbul yang dapat dibaca dengan cara diraba. Sistem tulisan ini terdiri atas 12 buah titik yang digunakan untuk memberikan pesan atau pun perintah kepada serdadunya dalam kondisi gelap malam. Sistem demikian kemudian dikenal dengan sebutan night writing atau tulisan malam.

Sejaman dengan itu, Louis Braille dilahirkan di desa Coupvray 40 Km dari kota Paris. Pada usia 3 tahun Louise Braille menjadi tuna netra karena matanya terkena pisau dan menjadi rusak akibat infeksi. Tahun 1819 ketika berusia 10 tahun Louise Braille mulai bersekolah pada L’eecle des Yeunes Avengles di kota Paris, yaitu sekolah tuna netra pertama yang didirikan oleh Valentine Hauy tahun 1784.

Louise Braille tergolong anak yang cerdas serta memiliki kemauan yang keras. Setelah tamat sekolah ia bekerja pada sekolah tersebut sebagai guru (repetitor). Pada saat itu tulisan yang digunakan adalah tulisan latin yang dicetak timbul (relief). Demi menyesuaikan kebutuhan para tunanetra, Louis Braille mengadakan uji coba garis dan titik timbul Barbier kepada beberapa kawan tunanetra. Pada kenyataannya, jari-jari tangan mereka lebih peka terhadap titik dibandingkan garis sehingga pada akhirnya huruf-huruf Braille hanya menggunakan kombinasi antara titik dan ruang kosong atau spasi. Sistem tulisan Braille pertama kali digunakan di L’Institution Nationale des Jeunes Aveugles, Paris, dalam rangka mengajar siswa-siswa tunanetra.

Kontroversi mengenai kegunaan huruf Braille di Perancis sempat muncul hingga berujung pada pemecatan Dr. Pignier sebagai kepala lembaga dan larangan penggunaan tulisan Braille di tempat Louis mengajar. Karena sistem baca dan penulisan yang tidak lazim, sulit untuk meyakinkan masyarakat mengenai kegunaan dari huruf Braille bagi kaum tunanetra. Salah satu penentang tulisan Braille adalah Dr. Dufau, asisten direktur L’Institution Nationale des Jeunes Aveugles. Dufau kemudian diangkat menjadi kepala lembaga yang baru. Untuk memperkuat gerakan anti-Braille, semua buku dan transkrip yang ditulis dalam huruf Braille dibakar dan disita. Namun dikarenakan perkembangan murid-murid tunanetra yang begitu cepat sebagai bukti dari kegunaan huruf Braille, menjelang tahun 1847 sistem tulisan tersebut diperbolehkan kembali.

Pada tahun 1851 tulisan Braille diajukan pada pemerintah negara Perancis agar diakui secara sah oleh pemerintah. Sejak saat itu penggunaan huruf Braille mulai berkembang luas hingga mencapai negara-negara lain. Pada akhir abad ke-19 sistem tulisan ini diakui secara universal dan diberi nama ‘tulisan Braille’. Di tahun 1956, Dewan Dunia untuk Kesejahteraan Tunanetra (The World Council for the Welfare of the Blind) menjadikan bekas rumah Louis Braille sebagai museum. Dan setiap tanggal 4 Januari diperingati sebagai hari Braille di seluruh dunia.

*sumber tulisan www.wikipedia.com dan http://www.tkplb.org

*sumber gambar http://www.louisbrailleschool.org